Jakarta – Di tengah tekanan pasar kerja yang semakin kompetitif, tren kerja digital dan remote work semakin mendapat perhatian. Hal ini tercermin dalam gelaran Teman Kreativ Online Conference 2026 yang diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai latar belakang.
Konferensi yang digelar pada 2 Mei 2026 ini menghadirkan pelaku industri, praktisi, hingga pemangku kebijakan untuk membahas peluang dan tantangan kerja digital di era ekonomi yang terus berubah.

CEO SMESCO Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, menegaskan bahwa freelancer kini menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi nasional.
“Freelancer adalah bagian dari UMKM. Kami memiliki tanggung jawab untuk mendampingi mereka agar bisa berkembang,” ujarnya.
Fenomena pergeseran karier juga disorot dalam konferensi ini. Banyak peserta datang dengan latar belakang yang terdampak perubahan ekonomi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK), dan mulai mencari peluang di sektor digital.
Remote Workers Strategist, Della Miranti, menekankan pentingnya strategi dalam membangun karier digital.
“Kenali skill yang bisa dijual dan fokus pada niche tertentu. Jangan mencoba semuanya tanpa arah,” katanya.

Di sisi lain, Senior Business Coach & Investor Ferly F. Raya menyoroti tantangan utama dalam industri remote work, yakni kepercayaan antara klien dan pekerja.
“Trust dibangun dari konsistensi kecil, terutama komunikasi yang jelas dan proaktif,” ujarnya.
Founder Casa Kreatif Media Distribution Agency, Baharudin Gia, melihat tren ini sebagai bagian dari transformasi besar di industri digital.
“Saat ini kebutuhan SDM di dunia digital semakin kompleks dan demanding. Namun di balik itu, peluangnya juga semakin besar—tidak hanya di pasar lokal, tetapi sudah terbuka secara global,” ujarnya.
Ia menilai kondisi ekonomi yang sedang mengalami tekanan justru membuka ruang baru bagi individu untuk berkembang di sektor digital.
“Ini momentum untuk mulai lebih kreatif dan produktif di tengah pergeseran ekonomi yang sedang terjadi,” tambahnya.

Founder Teman Kreativ, Diah Kusuma Dewi, mengungkapkan bahwa program yang mereka jalankan tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga menciptakan ekosistem.
Dalam program magang selama tiga bulan, peserta mencatatkan:
- Pertumbuhan media sosial hingga 309%
- Engagement meningkat hingga 11.000%
- Total jangkauan mencapai lebih dari 5 juta views
- Sebanyak 15 dari 37 peserta bahkan berhasil melanjutkan ke kontrak kerja berbayar.
“Kami ingin menjadi support system bagi mereka yang ingin berkembang di dunia digital,” ujar Diah.
