Malang, 1 Mei 2026 – Casa Kreatif melakukan langkah strategis dengan merombak identitas perusahaan guna memperkuat posisinya di industri Digital Public Relations (PR) Indonesia. Agency berbasis di Malang ini tidak hanya memperbarui tampilan visual, tetapi juga mengubah arah bisnis menjadi mitra strategis bagi brand dalam membangun reputasi di media.
Rebranding tersebut mencakup pembaruan identitas visual, penyesuaian strategi komunikasi, serta reposisi layanan. Casa Kreatif kini tidak lagi sekadar berperan sebagai penyedia distribusi press release, melainkan sebagai partner yang membantu brand merancang strategi publikasi secara terukur.
Founder Casa Kreatif, Baharudin Gia, menegaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari evolusi perusahaan dalam menjawab kebutuhan pasar.
“Kami tidak hanya mengubah tampilan, tetapi juga mendefinisikan ulang posisi kami. Casa Kreatif hadir sebagai mitra strategis untuk membangun reputasi, bukan sekadar vendor distribusi,” ujarnya.
Casa Kreatif mengambil langkah ini seiring meningkatnya kebutuhan publikasi di media nasional, terutama dari kalangan startup, korporasi, hingga bisnis lokal yang ingin memperkuat kredibilitas brand.
Perusahaan menilai, pasar saat ini masih didominasi oleh layanan berbasis kuantitas, sementara kebutuhan akan strategi komunikasi yang terukur belum banyak terlayani.
Baharudin menyebut, Casa Kreatif kini lebih selektif dalam menentukan klien. Perusahaan menargetkan brand yang memahami pentingnya reputasi sebagai investasi jangka panjang.
“Kami tidak mengejar semua segmen. Kami fokus pada brand yang serius membangun kredibilitas, bukan sekadar mencari publikasi murah,” katanya.
Dalam strategi barunya, Casa Kreatif menekankan tiga nilai utama, yakni kecepatan distribusi, kualitas penempatan media, serta jaminan tayang sebagai pembeda di pasar.
Perusahaan juga memastikan seluruh aspek komunikasi—mulai dari website hingga interaksi tim dengan klien—mencerminkan identitas baru yang lebih profesional dan kredibel.
Casa Kreatif memulai proses rebranding dari internal, termasuk redefinisi nilai dan positioning, sebelum memperkenalkan identitas visual baru ke publik. Saat ini, perusahaan tengah memasuki fase implementasi secara menyeluruh.
Menurut Baharudin, keberhasilan rebranding tidak diukur dari perubahan visual semata, melainkan dari perubahan kualitas interaksi dengan klien.
“Kami ingin klien datang dengan pemahaman bahwa kami menawarkan strategi, bukan sekadar distribusi. Kepercayaan itu yang menjadi indikator utama keberhasilan kami,” jelasnya.
Meski berbasis di Malang, Casa Kreatif telah melayani klien dari berbagai daerah di Indonesia. Model bisnis Digital PR memungkinkan perusahaan menjangkau pasar nasional tanpa batas geografis.
Ke depan, Casa Kreatif berfokus pada penguatan jaringan media dan pengembangan kapabilitas layanan, dibandingkan ekspansi fisik.
Casa Kreatif menilai rebranding ini sebagai langkah awal menuju transformasi jangka panjang. Perusahaan menargetkan dapat menjadi salah satu pemain utama dalam ekosistem Digital PR di Indonesia.
“Ini bukan titik akhir, melainkan awal dari fase baru. Kami ingin terus berkembang dan menjadi mitra yang benar-benar berdampak bagi klien,” tutup Baharudin. ***
